Profil Masjid Jami’ Raudhatul Muttaqin Kotaraja Lombok Timur

Masjid Kotaraja Lombok Timur

Alhamdulillah profil masjid jami’ Raudhatul Muttaqin dapat kami sampaikan walau secara garis besar yang kami kutip dari riwayat sejarah secara turun temurun dari sejak berdirinya masjid ini sampai saat ini dimana dalam sejarah kiya jumpai ketekunan kebersamaan yang luar biasa dari tokoh-tokoh baik apa yang kita lihat saat ini.

  1. Sebelum di pindah ke kotaraja, terlebih dahulu masjid ini di bangun di desa Loyok kira-kira tahun 1500 M. Pada tahun 1691 M karena desa Loyok tidak mungkin di jadikan desa, maka masyarakat Loyok pindah membangun desa ke kotaraja dengan membawa bahan-bahan masjid di tahun 1111 H berupa :
    1. 4 buah tiang gurun yang terbuat dari kayu nangka yang ukurannya 30 cm x 30 cm panjang 6 meter
    2. 1 buah beduk dari kayu tenggasing. Konon beduk ini pernah juga di pakai sebagai tambur perang.
  1. 1 buah tutup tumpang (petaka) dari tanah liat yang di buat oleh Dende (nama bangsawan wanita sasak jaman dahulu)
  2. 2 buah balok panjangnya kira-kira 4 m yang ujung pangkalnya di ukir
  3. 1 buah bungus berukir berdiameter  60 cm
  4. Bahan-bahan balok yang malang / belandar lampan (bahasa sasak) dan tekan ider/tiang kelilingnya semuanya kayu nangka yang berukuran 25 x 20 cm sedangkan usuknya kayu gendang daya (kayu kelar) yang ukurannya 9 x 13 cm.
  5. Kemudian pada tahun 1600 M zaman kerajaan Bali konon masjid ini di bangun dengan memakai atap alang-alang dan tembok bata cetakan (tanah mentah). Dengan ukuran 15 x 15 m oleh masyarakan yang di pimpin oleh Raden Sute Negare, Raden Lung Negare dan sebagai sesepuh agama Raden Mas Oda’ yang menangkap sampai imam masjid sekaligus sebagai petugas penanggung jawab soal agama di desa Kotaraja.
  6. Kira – kira pada tahun 1700 M atap alang alang itu diganti dengan memakai sirap bambu dan pada tahun 1700 M itu sesepuh agama di pegang oleh putra Raden Mas Oda’ yaitu jeroayah pengulu, kira-kira pada tahun 1700 M itu jeroayah pengulu meninggal dunia dimana tampuk di serahkan kepada putrinya yang bernama H Alimudin yang lazim dikenal dengan sebutan  Tuan Mimbar, sepeninggal tuan mimbar  di gantikan lagi oleh putranya H Imanudin yang lazim di panggil tuan imam.
  7. Ditahun 1890 M masjid ini diganti atapnya dengan menggunakan genteng dari Pulembang (bahasa orang yua dulu) bahasa sekarang Palembang, geteng – genteng tersebut di turunkan dari perahu di pelabuhan Labuan Haji di pikul bergotong royong oleh masyarakat kotaraja dari labuhan haji dan tembok tanah dig anti dengan bata merah dan campuran pasir + kapur (lohloh), kemudian pada zaman belanda mimbar dan jendela di beri ukiran / kaligrafi hurup arab hasil karya TGH. LL Abdurrahman yang dimakamkan di depan Masjid yang dikenal sebagai Balo’ Makam,

Adapun  1925, kemudian bangunan masjid sebelah utara ditambah dan disebut jajar oleh Raden Rumulang, sekaligus bersama masyarakat di bangun masjid untuk wanita.

  1. Pada tahun 1925 itu putra tertua dari H.L Mas’ud yang bernama H L Tajuddin diangkat sebagai khatib yang kemudian pada tahun 1947, H L Mas’ud meninggal dunia sehingga H L Tajuddin langsung menggantikan ayahnya sebagai imam di mana khatib di pegang H L saefudin.
  2. Ditahun 1968 dibangun tambahan masjid raudhatul muttaqqin  berukuran 25 X 35 X 10 M yang di pimpin oleh Raden Rumilang, H L Sirajuddin, H L Tajuddin dan H L Saefuddin bersama masyarakat kotaraja dengan memakai atap genteng dari Madura dan selesai dibangun pada tahun 1969.
  3. Petugas masjid waktu itu adalah H L Tajuddin sebagai imam, khatib H L Saefuddin dan H L Ridwan. Ditahun 1987 H L Tajuddin sudah uzur maka digantikan H Lalu M Irfan sebagai Khatib Jum’at dengan Imam H L Ridwan, pada tahun 1992 H L Tajuddin meninggal dunia maka H L Ridwan menjadi imam dan penghulu desa.
  4. Tahun 1996 dibangun tambahan masjid  dengan ukuran 47 x 37 x 8 m yang di pimpin oleh H L Ilyas, Tgh M Saleh, H L Ridwan , H L M Yunus, H L Abdul Mukti dan H L M Irfan bersama masyarakat yang selesai pada tahun 1997 yang memakai atap genteng pejaten Bali, kayu Kalimantan dengan lantai keramik putih. Pada tahun 1417 bulan Rabiul akhir tanggal 1 HL Ridwan  (imam masjid) meninggal dunia kemudian di gantikan oleh putranya HL M Irfan sebagai imam di masjid sekaligus sebagai penghulu desa Kotaraja dan khatib H Zaenuddin sampai dengan saat ini, petugas masjid jami’ adalah H L.M Irfan yang merupakan keturunan ke tujuh dari sejak di bangunnya masjid ini. Dan pada thun 1999 Masjid Jami’ Raudhatul Muttaqin sudah tercatat sebagai benda cagar budaya atau benda purbakala di kantor dinas kebudayaan dan pariwisata Tingkat I NTB. Tahun  2003 induk masjid di pugar ukuran 15  X 15 M yang bahan kayunya di ganti 75% bersama masyarakat di bantu oleh Dinas kebudayaan dan pariwisata tingkat I NTB, Kemudian seiring waktu pada tahun 2010 di bangunlah 3 buah menara masjid , sebuah menara yang berada di tengah berdiri megah setinggi 30 meter.

PENULIS = Lalu Hendry Bagus Setiawan Nugaba

Sejarah Kotaraja, Lombok, Nusa Tenggara Barat

kotarajaKOTARAJA DOT COM Pada zaman sebelum Kerajaan Bali, kotaraja adalah salah satu kampung, bagian dari Desa Loyok yang pada saat itu di pimpin oleh Raden Lung Negare. Raden Lung Negare mempunyai saudara yang bernama Raden Sute Negare. Namun kedua bersaudara ini tidak akur dan sering berkelahi, sampai akhirnya Raden Lung Negare memilih untuk pergi dari kerajaan karena sudah tak tahan dengan pertengkaran yang terus menerus dengan saudaranya, Raden Sute Negare.

Raden Lung Negare kemudian mengembara mengikuti arah angin sampai akhirnya ia memilih untuk beristirahat di suatu tempat dan menetap di sana. Tempat ini kemudian diberi nama kotaraja.

Dalam perjalanan hijrah ke Kotaraja, Raden Lung  membawa sapu jagat dan sebuah beduk yang sampai sekarang beduk tersebut masih tersimpan dengan rapi bahkan masih di gunakan di Masjid Jami’  Raudatul Mutttaqin. Kini masjid ini menjadi salah satu warisan budaya yang berada di bawah pengawasan kementrian kebudayaan dan pariwisata RI. Bagian utama dari masjid, tidak boleh mengalami perubahan sama sekali. Jika ada renovasi, maka harus dengan seijin Kemenbudpar RI.

Pada zaman penjajahan Belanda, Kotaraja di pecah menjadi 2 bagian yaitu Kotaraja Utara dan Kotaraja Selatan. Kotaraja Utara di pimpin oleh Mamiq Rumilang sedangkan Kotaraja Selatan dipimpin oleh Jero Jalaludin. Pada zaman Jepang (1942-1945). Kotaraja mengalami pergantian pimpinan dari Mamiq Rumilang ke  H. Lalu  Sirajudin sedangkan Jero Jalaludin digantikan oleh H.Lalu  Abdul Muit.

Pembagian wilayah kedusunan Kotaraja Utara meliputi daerah kedusunan dayan peken, pedaleman utara sampai dengan tetebatu. Kotaraja selatan meliputi daerah kedusunan sebelah utara dalem lauq sampai ke selatan ke desa montong baan/dayan kawat.

Pada zaman dahulu masyarakat bangsawan dan masarakat jajar karang di desa kotaraja bertempat tinggal di tempat yang berbeda dan juga memiliki pimpinan masing-masing.

  1. Kotaraja Utara memiliki 2 kekeliangan
    • keliang jero/bangsawan di pimpin oleh H. Lalu Ismail
    • keliang jajar karang di pimpin oleh Papuk Jahre
  2. Kotaraja Selatan juga memiliki 2 kekeliangan
    • keliang jero/bangsawan di pimpin oleh H.L Abdul jabar
    • keliang jajar karang di pimpin oleh Jeroayah Tawap

Pada tahun 1962-1982 sistem pemerintahan Kotaraja mengelami perubahan. Perubahan ini ditandai dengan penggabungan Kotaraja Selatan dengan  Kotaraja Utara, yang kemudian dipimpin oleh Raden H.Lalu Ilyas . Adapun batas batas desa yang baru adalah :

  1. Utara = desa tetebatu
  2. Selatan =desa loyok
  3. Timur desa lendang nangka
  4. Barat =desa pringga jurang

Pada masa kepemimpinan  Kepala Desa H.L.Marzuki Ali, Kotaraja  terdiri dari 5  kekeliangan:

  1. Kekeliangan DayanPeken dan Otak Desa dipimpin oleh Keliang HL. Sainudin
  2. Kekeliangan Dalem Lauq dan  Tibu Karang dipimpin oleh Keliang Japsari
  3. Kekeliangan Jabon dan Dasan Petung dipimpin oleh Keliang L. Sukarmi
  4. Kekeliangan Marang Utara dan Marang Selatan dipimpin oleh Keliaang H.Akub
  5. Kekeliangan Lingkok Marang dan Tanggluk dipimpin olehKeliang  Amaq Marzuki

Mulai tahun1983 sampai sekarang Kotaraja dibagi menjadi 10 kekeliangan atau sekarang di kenal dengan istilah kedusunan yang di pimpin oleh Kepala Desa H.L M Yunus (1983-1999)

  1. Kadus Dalem Lauq = Bapak Japsari
  2. Kadus Tibu Karang =Amaq Sumaidi
  3. Kadus Dasan Petung =L. Abdurrahman
  4. Kadus Jabon =H.L Jayadi
  5. Kadus Dayan Peken = H.L Puadi
  6. Kadus Otak Desa =Mahrup
  7. Kadus Marang Utara =H.L Mas’ud
  8. Kadus Marang Selatan = Amak Munawarah
  9. Kadus Lingkok Marang = Amak Rahil
  10. Kadus Tanggluk = Amak Marzuki

Tulisan ini merupakan hasil wawancara penulis dengan Nara Sumber  Lalu  SURAJA.

PENULIS = Lalu Hendry Bagus Setiawan Nugaba

EDITOR : Lalu Muhamad Jaelani

*) Sejarah ini masih bersifat sementara, jika anda memiliki versi berbeda, mohon untuk dikirimkan ke komunitas@sasak.org

Kompor Pengering Tembakau (KPT) Kotaraja

KPT is a private company engaged in the field of products and services. particularly in the area of the island lombok, renowed as one of the island provide world-class Virginia tobacco.

KPT started this business since  year 2004 , the founders of this company is Mr. Agus Bunawan, he promoted and run alone this business with a lot of challenges at that time, the door to door selling to farmers tobacco.When that oil is still very as the dominant fuel. short-term goal at the time was elpiji (LPG). Socialize LPG in the value of the general public is still very dangerous, but very friendly and efficient usage when properly understood.

He with his colleagues native area lombok trying to fight for tobacco farmers to get easy access in further, also  raise tobacco lombok become famous same as the many else that known before such java tobacco, deli tobacco and else that public known that better before.

Type of our products KPT is selling tobacco virginia stove oven, which uses gas elpiji Pertamina as a non-subsidized fuel as an alternative oil which is limited,scarce and prices are very high when Tobacco Season start.

As our Supplier Company, PT Mitra Mandiri Utama provide Gas Elpiji.

In development that we use Bricket Coal as additional fuel  for lowering costs in combustion process and PT. Kombara  help us provide the Briket, until we buy the machine Briket it self now ,and made our KPT Coal Briket.

At this time our product has been successfully accepted in tobacco farmers, and still increase in users as an alternative fuel.

And Our Stove not just for Combustion Tobacco Oven, but also for Another combustion such as Tire Retreading Business, Salt Manufacturing Plant Business, Roof Tile Traditional Factory and etc. and located in some Indonesia Area.

Our next goal is to create a warehouse for Our Tobacco farmer  and we had start made trading Virginia Tobacco for local and international market share demand.

CV . MEGAH ABADI UTAMA

Head Office : Jl.Pariwisata no 7 . Kota Raja – Tete batu.
Kecamatan Sikur, Lombok Timur.  NTB.
An. Agus Bunawan / Lalu Muhammad Tahir / Martin
Email .  Kptvirginia@mail.com
lalutahir@yahoo.com
Phone  : +62376632109
Mobile  : +6281389888095, +6287882066617

BMT Al Hidayah Kotaraja

BMT Alhidayah
BMT Alhidayah

BMT Al Hidayah merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah pertama di Kotaraja. Adapun produk yang sudah bisa dilayani adalah:

Produk Simpanan:
– Tabungan Mudharobah
– Tabungan Mudharobah Berjangka (Deposito)
– Simpanan Pendidikan

Produk Pembiayaan:
– Murabahah (Jual Beli)
– Mudharobah (Bagi Hasil)
– Qardul Hasan

Telpon:     0376-632105
Alamat
Jl. Kotaraja-Tetebatu, Kotaraja, Sikur, Lombok Timur, NTB 83662
Email
bmtalhidayahkotaraja@yahoo.co.id

Age Adv Kotaraja

Age Adv.
Age Adv.

Age Adv. Kotaraja
Age Adv. Kotaraja

Leq dalem leauq araq semetonte bukaq usahe , arane Age adv.

Produkne :

  1. Berbagai jenis Undangan
  2. Undangan Ultah, Perkawinan, Khitanan, Ultah Remaja, DLL
  3. Personal Mug, Jeri Sovenir beu, jeri media promo ndh
  4. Sablon Baju, Baju Group, Bju Kelas..
  5. DLL

Alamat :

Jln. KH. abdurrahman Dalem lauq RT.02
telp : 0376 632545
HP : 081 99 77 44 750
Email : aagg33adv@yahoo.co.id